BUKAN PELAKU SEJARAH


BUKAN PELAKU SEJARAH


Sabtu malam kemarin menjadi hari mahal bagiku, kenapa ? karena disaat itulah aku menjadi pendengar setia oleh orang-orang hebat bukan pelaku sejarah, namun mereka tak lupa akan sejarah.
Sebenarnya agenda malam itu ada Meeting Agenda besar Organisasi Seni yang aku cimpungi. Semua berjalan lancar dan segala intruksi dari senior maupun pembina kami serap dengan baik.
Pada kesempatan ada sebah pertanyaan tentang, Aapakah sekarang masih ada pelajaran sejarah dilingkungan sekolah ?. Tidak ada. Sebuah obrolan hangat mengalawali  mengenai sejarah kota ku, ponorogo. Yups, seolah menjadi ajang unjuk pengetahuan sembari sharing keilmuan sejarah. Sekarang Jamane wes bedo mas.  Artinya Sekarang jaman berubah atau sudah beda mas, begitulah celetukan seseorang.
Miris sekarang ketika bicara tentang sejarah. Masuknya Globalisasi seakan menjadi momok buat para pelaku atau kritikus sejarah saat ini. Mau dibawa kemana lagi negri ini jikalau mereka para penerus bangsa sudah tak peduli.
Lupakanlah. Pada malam itu mereka ngobrol mengenai versi berdirinya sejarah ponorogo yang dahulu disebut wengker. Ada 2 versi kuat yang menyatakan beridrinya wengker. Yakni cerita Klono sewandono dan Ki Demang Suryongalam. Yang mana klono sewandono yang populer dengan pertarungan dengan singo barong dan Ki Demang Suryongalam dengan sejarah Bathoro katong. 
Kegauman akan keilmuan sejarah para senior dan pembina dalam sharing malam itu membuatku tetegun akan kharisma ketika  mereka telah beretorika, bahwa saat ini saya tegas akan mengatakan sejarah itu indah.
Kalau saja pemuda termasuk saya mengerti dan memahami serta cinta akan sejarah, saya yakin bahwa selalu ada generasi cinta budaya sendiri walau negrii ini selalu dipusingkan oleh kecanggihan teknologi.
Bisikan Angin Semesta :
1.       Sudah menjadi tanggung jawab kita para penerus bangsa menghargai ukiran sejarah, paling tidak kita tau dan memahami.
2.       Boleh kita hidup dizaman serba canggih sekarang ini, namun harus dibarengi dengan apa yang dulu telah diwariskan oleh nenek moyang/ embah-embah kita. Terutama Sejarah dan Budaya
3.       Jadilah saksi dan pelaku sejarah, bukan korban Sejarah.

Komentar