Ini Adalah Kisah ku
Ini adalah kisah ku,
yang selama ini aku pendama dan hanya sang pencipta dan pelakunyalah yang.
Sebuah kejadian yang sulit unntuk
aku keluar akan pengaruhnya, that is Co*i. you know lah. Ini awalnya hanya
sebuah iseng iseng karena sering nya melihat konten dewasa, makan lama makin
lebih sering intensitas nya karena pengaruh dari tontonan yang tidak pantas
untuk anak usia smp, awalnya SD saya sudah mengenal hal hal semacam itu, anamun
beranjak usia , pertemanan dan pergaulaan yang semakin luas, saya mengenal
dunia elektronik that is internet, dulu era tahun 2000an masih banyak pengusaha
warung intrnet (warnet), hamper disudut kota maupun celah desa telah hadir
untuk memberikan fasillitas mereka yang membuuhkan koneksi, kareana era itu
masih belum bagus Hp nya. Tidak seperti sekarang yang luarbiasa akses via hp
segingga para pemilik usaha warnet memikir otak secara keras dengan berbagai
layanan menarik agar tetep eksis.
Oke kembali lagi dengan
kisah ku tadi, sebuah kisah yang memalukan yang seharusnya anak SMP
memperjuangkan cita-cita dan merangkai masa depan indah, ini maalah
sebalikanya. Ketika beranjak naik kelas 2 SMP, saya sudah mengengenal banyak
teman yang membuat saya sedikit bias memaknai hidup ini, waktu itu aku mulai
bias merasakan hadirnya sahabat yang selalu ada dan menemani aksi gila kami
dimanapun berada, dan perilaku buruk Co*I yang tahun sebelumya saya lakuakna
lambat laun semakin berkurang, hal ini juga memberiku harapaan akaan jarng
jarring masa deepan makin dekat ku raih. Namun pada suatu ketika kejadian tidak
aku harapakan terjadi, yang pada waktu itu belum memahami betul apa itu musibah
dan bagaimna menghaadapinya. Kelas 3 tepatnya aku mulai serius kembali untuk
bias lulus dan memperbaiki bahkan meraih hasil bagus dengan berkawan pada teman
ku yang kuanggap cerdas. Waktu itu egois juga aku harus berfikir seperti itu,
dan yang terjadi adalah aku kembali pada aktifitasku coli tadi, bahkan
membuatku stress ketika ujan nasional makin dekat, aku seperti kehilangan
kehidupan ku yang dulu kelas 2 penuh petualangan, hidup dulu serasa seimbang
dan berkesan tiada henti, semangat belajar pun selalu ada walalu niilai kami
hanyayaa boleh dibilang standart namun kami enjoy and tht is important. Seakan
saya tak terima dan harus berbuat apa juga meras kebingungan, arah gak jelas,
hidup seakan pasarah dll. Dna akirnya ujian nasional pun tiba dengan persiapan
ku yang ku rasa sngat pas pasan karena aku tidak mampu mengikuti teman teman ku
yang cerdaas tadi nilai akirku atau dulu namanya NEM atau DANEM ya, ini agak
tak sesuai haraapan bahkan dibawah dari sahabatku kelas 2 tadi, aku malu dan
mengakui akan keegoisanku serta minta maaf atas kesalahan ku meninggalkan
mereka. Pada waktu itu aku belajar menghargai teman dan sahabat serta merasakan
sakit ketika mereka merasakan sakit.
Tiga bulan berlalu
setelah pengumuman UN, akhirnya saya masuk ke STM salah satu dikota saya,
disini sya merasa nyaman yang tidak dirasakan orang lain. Sebelumnya saya gagal
mendaftarkan di SMK faforit, hal itu membuat ku stress, gila ya masa mudaku
banyak stress. Pas waktu masuk ke SMK faforit tersebut ada kurang nyaman
dibenakku, sebenarnya bukan itu yang kuharapakan karena NEM ku kecil dantak
mungkin lah masuk. Seleksinya rumit, banyak tes, NEM harus tinggi dll. Oleh itu
aku mulai bangkit dan harus menerima kenyataan akan calon sekolah ku ini.
Awalnya berat sekali menjalani nya, karena para siswa nya sangar sangar,
brandal dan raja jalanan. Dimana mana kami hidup seperti dipenjara, entah itu
aturan sekolah nya yang maha busyet… ketat banget, sehingga memunculkan slogan my school is hell . namun hari demi hari
yang kurasakan untuk melajutkan cita-cita menjadi semakin jelas
terlihat,sepertinya aku mulai lagi melihat keindahaan dunia. Tapi yang sekarang
ini sya merasakan sendiri, kurannya pergaulan dan harus siap dengan keadaan
sekolah yang mengharusnya siswa nya lincah menjadi kendala waktu itu, pada
waktu itu proses adapatasi dari kanak kanak menuju dewasa aku kewalahan dan gak
sanggup mengikuti, pas STM seakan masih kekanak kanakan. Proses dari anak,
remaja dan dewasa selalu brtahap dan awal mula ketidak mampuanku menghadapi
proses itu pas kelas 3 SMP. Pada saat itu aku ingin teriak dengan keras. Namun
apalah dayaku ketika aku mencoba menikmati kesendirianku aku semakin jauh
dengan teman teman ku. Seperti senang dengan duniaku walau disana banyak orang
yang ada tapi aku merasa sendiri,dan itu yang kualami.
Naumn semua itu akan
secara general cair ketika kami ada kegiatan PBB, yang langsung ditangani
bapak-bapak TNI. Wah selalu ada kesan yang dikemukakan setelah kegiatan PBB.
Selama 1 minggu full PBB start jam 6-12 saing baru selesai. Dan itu tidak ada
pembelajaran karena focus pada pembetukan karakter. Pada waktu itu muncul lah
dari diri kami masing masing sebuah keberanian, ketangguhan dan jiwa patriotism
mengalir dalma darah kami. Seolah sekolah menunjukan bagaimana membuat siswa
nya bermakana melalui proses pembelajarana semi militer. Ya seperti itulah,
tahun pertama alahamdulilah saya melewati nya dengan baik, tahaun kedua seperti
dejavu dulu yang saya rasakan ketika SMP, saya menikmati nya dengan lebih
berwarna. Sekolah terkontrol dengan baik, hobi yang terata dengan apik, tapi
tetap aku pada kesendirianku. Aku bersabar waktu itu mungkin akan dating
seorang teman yang mendekatiku mengingat banyak sebernarnya teman ku yang satu
ekskul tapi hanya biasa, tak bermakana. Ditahun kedua ini saya berasama teman
sekelas saya merasakan keindahaan hidup dengan ditungkannya nilai-nilai
patriotism dan kehidupan oleh wali kelas ku. Aku sedikit bercerita mengenai
wali kelasku. Awal mula terlihat killer ditahun pertama kami, namum lambat laun
seringnya kami bertemu dalam sebuah matkul dan urusan antara wali dan anak
kelas nya. Beliau tegas , secara sistematis merancang kebijakan kelas sendiri,
dan terkadang membuat kami berdegup kagum akan karismatik nya. Lucunya dia tiap
hari bawa motor namun tidak bias mengendarai sepedah, setiap ada event sepedah
santai guru, siswa , dan karyawan lain bersepedah ia membawa motor. Anamun
itulah secuil kenangan kami bersama sang guru faforit yang memberikan kesan
bagus bagi wali wali kelas lain , image bagus dan unggul hamper setara kelas
faforit anak motor waktu itu. Kami masih ingat disetiap sudut ruangan dan sisi
sekolah telah kami hinggapi mulai kamar mandi, raung praktikum, piket, ruang
guru, perpus, kantin dan rung raung lain terutama emperan kelas yang selalu terkenang.
Klesotan waktu istirahat. Tapi ruang kepeala sekolah saja yang berkepentingan
akan dihinggapi. Serta jangan lupa ruang aula barat lt. 2 yang paling berkenang
diribuan kenangan yang tersimpan. Dalam sebuah workshop psikologi siswa kami
bercderai air mata ketika sang mentor mengatakann butiran kata mutiara, serta
tajamnya tusukan ke hati hanya lewat kata-kata.
Stuti
Tour
Ditahun keduan ini saya
agak panjangkan karena saya masih tergambar jelas kisah kisah waktu stm dlu
banyak kenangan nya di kelas 2 dan 3. Perjalanan kami mulai menemukan alur
dalam sebuah kebersamaan, ditengah jadwal padat system block kami, setelah uts
tepatnya , sekolah mengadakan Studi Tour ke tempat sesuai jurusan kami,
kebetulan kami mendarat yang ada kaitannya dengan jaringan, waktu itu di
semarang tepatnya di Telkom nya. Seneng juga karena sampai sana saya mendapat
souvenir akibat sebuah pertannyaan konyol. Eh bukan sih Cuma memberikan
semangat berpa slogan nya Telkom. Slogan nya emmm aduh lupa saya. Sya mendapat
kan gelas berlabel Telkom, buku dan bulpoint. Ya mungkin disaat itu sialnya
yang kepilih adalah dia yang tidur waktu kegiatan studi tour disana. Pasti
bertanaya kenapa, ya karana disana hanya sebuah kayaka seminar gitu. Yang gak
enakin gitu. Pas waktu itu otak saya mulai berkembang akan adanya politik dalam
mengelola kegiatan studi tour itu. Kami bayar tapi kami tak mendapatkan yang
kami harapkan. Karena diam saja tak ada pemebrontak apalagi protes yang sekolah
selama itu juga juga bersikap acuh. Pada saat itu kritik sudah terbangun, namun
saat itu seperti layaknya orde baru 1998 yang mengharuskan kami patuh pada
aturan dan jangan pernah mengusik tatanan yang sudah dibentuk. Seperti itulah
sekolah ku. Namun dibalik semua itu tetap ada hikmah nya dan sejarah akan
membutktikan hal negative dimata masyarakat tentang sekolah ku.
Juara
bertahan footsal
Bulan class meeting
semakin dekat, kami dengan segala kemampuan mengerahkan dan membagi nama-nama
kedalam daftar cabor yang dilombakan, saat itu ada sepak boa voli, footsal,
basket, Tarik tambang, catur, tenis meja, adu panko. Pokok nya keren dan meriah
lombanya. Tapi tetap kegiatan class meeting pemblajaran tetep berlangsung. Saat
itu meriha nya lagi terdapat lomba modifikasi motor yang tidak kalah menarik,
kususnya mereka yang suka motor tuh. Tim kami yang maju kebabak selanjutnya
menyisakan sepak bola dan footsal, waktu itu footasal menjadi magnet orang
banyak ketika mempertemukan antar kelas. Seru banget. Dan ditahun kedua ini
kami menjadi juara kedua kalinya , maaf ya baru inget pas nulis di thaun kedua.
Senang juga karena saya ikut serta dan berjuang. Lumayan juga uangnya untuk menambah uang kas dan kami
ditraktir makan sama bendahara. Eh waktu itu bendaharnya saya deh , lupa.
Kebetulan 2 periode jadi bendahara. Yaelah bendahara kok laki. Cuma waktu itu
dengan penuh kegigiha saya memgang amanat dengan baik, sesuai dengan kebisaan
saya, saya atur keluar masuk nya system keuangan dikelas kami. Gak henti
nagihin uang pada temen temen pas selasa. Setor dan LPJ an pada wali kelas.
Dsb. Pada waktu itu stuck aja gak nyampe 500rb uang nya. Entah kenapa juga sang
ketua kelas milih saya. Kenal juga gak, deket juga tidak. Ya itulah sekolah saya.
Sisi Lain
Sisi lain yang tak dijumpai selain siswa sekolah ku
adalah mengenai jadwal sholat. Jadwal sholat disini kita dibagi 2 gelombang
biasanya, gelombang tersebut kita sendiri yang mengatur mau duluan sholatnya
baru makan siang atau sebaliknya. Humornya siswa kebangetenya sampe segitu.
Jika ditanya guru. Lho kamu kok gak sholat ? kami jawab aja ikut gelombang ke 2
pak. Kampret juga. Yang kedua kejar kejaran guru sama siswa terkait tertib
rambut atau dulu kami menyebut popolan dalam bahasa jawa, disuatu bulan
tertentu sekolah berbagi rezeki pada tukang cukur untuk merapikan rambut siswa
yang diberi kupon dari guru itulah yang dipotong rambutnya, dulu potong rambut
bias sampe 5-8 ribu kalo disekolah lumayan irit 4 rb saja asal kuat nahan
diketawain. Ada yang botak, ada yang tinggal 1 cm. nah soal pangkas rambut ini
juga pas kamar mandi sebagai tempat teraman buat sembunyi, mengingat kamar
mandi di sekolah lumayan banyak dan banyak seliweran siswa yang pada lari
larian. Sampe sekarang juga terkenanng, dan hal itu mengingatkan kita pada saat
telat masuk batas waktu tet pukul 18.45 lewat itu gerbang ditutup ban dikempes,
jalan pakai motor keadaan mati 3x putaran iya kalo dituntun enak, hla ini
nuntun nya keadaan mundur. Ketertiban gak sampai disitu, yang terakit dipetakin
rambut kepala bagian atas pakai cara potong ngawur dan seadanya. Saya pernah
sekali dan ketauan diketawain teman teman pas nunduk waktu masuk doa dulu. Atas
rambut saya petak. Baru pertama itu juga kejadian sakit perut. Dan itu adlaah
hukuman moral dansosial yang terkenang bahwa kita harus menghargai waktu jika
memang waktu itu mau menghargai kita. Dan saat itu lah saya memilih mendapatkan
point dari pada bolos sekolah, you know lah seorang yang menjabat pengurus jaga
image baik, walau itu memalukan.
Kantin
Kantin. . .kantin adalah temapta kami berkumpul dengan
teman sekelas maupun kelas lain, bercengkrama, berbagi
Komentar
Posting Komentar